ACCOUNTING : ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT MAKMUR BERKAH AMANDA, TBK
PT. Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN)
didirikan dengan nama PT. Sidomaju Industri Estat pada tanggal 31 Mei 1996.
Perusahaan bergerak dalam bidang pembangunan kawasan industri dan jasa kawasan
industri serta investasi pada Entitas Anak yang bergerak di bidang perhotelan.
Dalam kesempatan kali ini, saya akan
menulis analisis rasio keuangan PT Makmur Berkah Amanda, Tbk pada tahun 2018,
2019, 2020. Analisis rasio keuangan tersebut meliputi rasio likuiditas,
profabilitas, solvabilitas, dan aktivitas.
1.
Rasio Likuiditas
Dalam
penelitian ini, jenis analisa likuiditas yang digunakan adalah rasio lancar (current
rasio). Rasio ini digunakan untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam
membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang tersedia. Rumus dari
Rasio Lancar (Current Rasio) adalah sebagai berikut:Rasio Lancar =
Aktiva Lancar : Hutang Lancar x 100%
Dari
perhitungan diatas, terlihat bahwa Rasio Lancar (Current Ratio) PT
Makmur Berkah Amanda Tbk. Dari tahun
2018 sampai dengan 2020 bersifat fluktuatif. Rasio Lancar (Current Ratio) PT
Makmur Berkah Amanda Tbk. Pada tahun 2018 menunjukan angka 339,26% yang berarti
setiap kewajiban lancar Rp.100 akan dijamin oleh Rp. 339,26 aktiva lancarmya.
Pada tahun 2019, terjadi penurunan yaitu menjadi sebesar 245,81% sehingga
setiap Rp. 100 kewajiban lancarnya akan
dijamin oleh Rp. 245,81 aktiva lancarnya. Pada tahun 2020 kembali
terjadi peningkatan yaitu menjadi sebesar 303,28% ini menunjukan bahwa setiap
Rp. 100 kewajiban lancar perusahaan akan dijamin oleh Rp. 303,28 aktiva
lancarnya.
2. Rasio Profabilitas
Dalam
penelitian ini, jenis analisa profabilitas yang digunakan adalah Margin Laba
Bersih (net profit margin). Rasio ini digunakan untuk mengukur laba
bersih sesudah pajak dibandingkan dengan volume penjualan. Rumus dari Margin
Laba Bersih (net profit margin) adalah sebagai berikut:
Net
Profit Margin = Laba bersih setelah pajak : Penjualan
neto x 100%
Nilai net profit margin pada tahun 2018 adalah sebesar 48,13%, artinya besaran laba bersih adalah sebesar 48,13% dari total penjualan bersih perusahaan. Dengan pernyataan lain, setiap Rp. 100 penjualan bersih ikut berkontribusi menciptakan Rp. 48,13 laba bersih. Semakin besar nilai rasionya, maka semakin besar profitabiitas yang dimiliki oleh perusahaan. Artinya semakin besar laba bersih yang diperoleh perusahaan. Pada tahun 2019, net profit margin mengalami penurunan menjadi sebesar 12,43%. Hal ini berarti perusahaan mendapatkan laba bersih yang nilainya 12,43% dari total penjualan perusahaan yang mengalami penurunan. Pada tahun 2020, net profit margin mengalami kenaikan dari 12,43% pada tahun 2019 menjadi 18,13% pada tahun 2020. Hal ini berarti perusahaan mendapatkan laba bersih yang nilainya 18,13% dari total penjualan yang mengalami penurunan.
3. Rasio Solvabilitas
Dalam
penelitian ini, jenis analisa solvabilitas yang digunakan adalah debt to
assets ratio. Rasio ini digunakan untuk mengukur perbandingan antara total
utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan
dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap
pengelolaan aktiva (Kasmir, 2014:156). Rumus dari debt to assets ratio
adalah sebagai berikut:
Debt
to Assets Ratio = Total Hutang : Total Aktiva x 100%
Pada
tahun 2018, nilai debt to assets ratio adalah 27,37%, artinya setiap
Rp.100 aktiva dibiayai oleh utang sebesar Rp. 27,37. Pada tahun 2019 nilai debt
to assets ratio adalah sebesar 29,42%, artinya setiap Rp.100 aktiva
dibiayai oleh utang sebesar Rp.29,42. Pada tahun 2020 nilai debt to assets
ratio adalah 26,06%, ini berarti bahwa setiap Rp.100 aktiva akan dibiayai
oleh utang sebesar Rp. 26,06.
Dari
analisis likuiditas, provabilitas, dan solvabilitas PT Makmur Berkah Amanda
tahun 2018, 2019, 2020 yang sudah di hitung maka diperoleh diagram atau chart
sebagaimana yang ditampilkan diatas. Hasil diagram yang diperoleh atas
perhitungan analisis rasio likuiditas, provabilitas, dan solvabilitas diatas
menunjukan pergerakan yang fluktuatif.
4. Rasio Aktivitas
Dalam
penelitian ini, jenis analisa solvabilitas yang digunakan adalah total
assets turn over. Rasio ini digunakan untuk mengukur berapa jumlah
penjualan yang bisa dihasilkan dari setiap rupiah yang tertanam dalam total
aset perusahaan. Rumus dari total assets turn over adalah sebagai
berikut:
Total
Assets Turn Over = Penjualan Netto ; Total Aktiva
Pada
perhitungan total assets turn over didapatkan perhitungan pada tahun
2018 sebesar 0,22 kali, ini berarti bahwa setiap Rp.1 total aktiva turut
berkontribusi dalam menciptakan Rp. 0,22 penjualan. Pada tahun 2019 nilai total
assets turn over adalah sebesar 0,13 kali, artinya setiap Rp.1 total aktiva
turut berkontribusi dalam menciptakan Rp. 0,13 penjualan. Pada tahun 2020,
nilai total assets turn over adalah sebesar 0,11 kali, ini berarati
bahwa setiap Rp.1 total aktiva turut berkontribusi menciptakan 0,11 penjualan.
Hasil
diagram atau chart yang diperoleh dari penghitungan rasio aktivitas PT
Makmur Berkah Amanda pada tahun 2018, 2019, 2020 adalah bersifat menurun dari
tahun ke tahunnya.
Penulis : Fikri Dwi Prasetya







Komentar
Posting Komentar