Hamemayu Hayuning Bawana

(foto panitia dan volunteer economic social movement)

    Berkaca pada dinamika perekonomian global yang sudah saling terintegrasi dan bergerak begitu cepat, menjadi wajar apabila rezim akan mengedepankan investasi sebagai prioritas. Sebagai mahasiswa ekonomi tentu saya sepakat dengan peran penting investasi yang akan berdampak pada peningkatan kapasitas produksi yang harapannya dapat membuka dan memperluas lapangan pekerjaan, terlebih dalam menyambut era bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada 2030 mendatang. 

    Namun, bagaimana jika penggalakan investasi justru banyak bersinggungan dengan kesejahteraan rakyat? UU Cipta Kerja, pengalihfungsian hutan, penggusuran, dan hal-hal lain yang dipaksakan. Hutan adat kinipan yang rusak, warga wadas yang acapkali mengalami intimidasi karna menolak bumi wadas untuk dieksploitasi, hingga warga pulau rempang yang dipaksa meninggalkan tempatnya karna akan diambil alih untuk kepentingan investasi. 

    Mengapa sangat ambisius? Apakah negara menganggap alam dan rakyat sebagai objek yang dapat ditrade-off layaknya teori ekonomi? Mengorbankan kesejahteraan rakyat dan kelestarian alam untuk mencapai nilai investasi yang mungkin hanya kalangan tertentu saja yang dapat menikmatinya secara lebih. Barangkali orang-orang yang penuh kepentingan itu harus merefleksikan diri pada falsafah jawa, hamemayu hayuning bawana.

    Hamemayu hayuning bawana, berpijak pada nilai-nilai luhur untuk melestarikan, menjaga kedamaian, untuk mencapai keselamatan dunia dan menjadi bekal untuk menghadap sangkan paraning dumadi yaitu Gusti Pangeran atau Tuhan Yang Maha Esa. Bayangkan saja jika penguasa merefleksikan hamemayu hayuning bawana sebagai dasar dari tindak tanduk, perbuatan, atau tingkah lakunya dalam mengambil kebijakan. Barangkali penguasa akan menunjukkan sifat-sifat pengayom bagi rakyat dan alam tempatnya berkuasa. 

    Ah, sudahlah tak perlu berandai-andai. Aku juga tidak terlalu berharap lebih atas beberapa tanaman yang sudah ditanam. Bagiku ini adalah rasa terima kasih kepada bumi yang telah memberikan banyak hal-hal baik pada peradaban umat manusia, barangkali bumi menjadi lebih diperhatikan.

Taman Nasional Gunung Merapi Jurangjero, 16 September 2023.

Terima kasih dan semoga berkelanjutan, Economic Social Movement bertajuk Penanaman Pohon Peduli Lingkungan (@penopang.feb). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak: Selongsong Bait Antitesa

Gaya Hidup: Kegemaran Sepak Bola yang Berujung Fanatisme

ACCOUNTING : ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT MAKMUR BERKAH AMANDA, TBK